Info Kesehatan

healhty

Rabu, 28 Maret 2012

ASKEB IV INFEKSI YANG MENYERTAI KEHAMILAN DAN PERSALINAN


Askeb IV
“infeksi yang menyertai kehamilan dan persalinan”

FAKULTAS ILMU KESEHATAN bintang

Di Susun oleh :
Kelompok 12
Ifa Nur Farida                         2010.0661.066
Siti Jumalia                  2010.0661.092
Siska Yulia                  2010.0661.091
Vipit N.N Tualeka      2010.0661.099

Fakultas Ilmu Kesehatan
Prodi D3 Kebidanan
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA
2012

KATA PENGANTAR
Puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan Rahmat serta Hidayah-Nya, sehingga makalah Askeb IV mengenai Infeksi Yang Menyertai Kehamilan dan Persalinan dapat kami susun.
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Askeb IV dengan dosen  pembimbing Rahmawati Ika S.ST M.Kes. Selain itu juga diharapkan bisa memberikan wawasan kepada rekan-rekan mahasiswa khususnya mahasiswa D3 Kebidanan Universitas Muhammadiyah Surabaya.
Dalam kesempatan ini kami selaku penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu yang telah banyak membantu memberi bimbingan, ilmu, dorongan, serta saran-saran kepada penyusun.
 Kami selaku penyusun menyadari sepenuhnya bahwa isi maupun penyajian makalah ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Akhirnya semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Amien


Surabaya, 05 Maret  2012



Penulis




DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang…………………………………………………………..
1.2  Rumusan Masalah………………………………………………………
1.3  Tujuan…………………………………………………………………...
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Definisi……………………………………………………………………
2.2 Etiologi………………………………………………………………….
2.3 Patofisiologi………………………………………………………………
2.4 Tanda dan Gejala………………………………………………………….
2.5 Komplikasi…………………………………………………………………
2.6 Efek Samping…………………………………………………………..
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan………………………………………………………………..
3.3 Saran…………………………………………………………………….
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………
 BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Infeksi virus hepatitis pada kehamilan dapat disebabkan oleh banyak macam virus hepatitis, seperti pada orang dewasa umumnya. Infeksi ini dapat menimbulkan masalah, baik pada kehamilan/persalinan maupun pada bayi yang dilahirkannya (penularan vertical). Bayi yang tertular kemungkinan besar akan menjadi pengidap kronik dan berakhir dengan kanker hati primer atau sirosis hati setelah dewasa. Infeksi virus hepatitis dapat menimbulkan masalah pada kehamilan, jika terjadi infeksi akut terutama kalau terjadi hepatitis fulminan.
Hepatitis fulminan adalah suatu jenis klinis hepatitis yang jarang terjadi, dimana perjalanan penyakitnya berkembang dengan cepat, terjadi ikterus yang semakin berat, kuning seluruh tubuh, timbul gejala neurologi atau ensefalopati hepatic, kemudian masuk kedalam keadaan koma dan gagal hati akut. Selain itu bayi dapat tertular dari ibu (penularan vertical) dan menjadi pengidap kronik dengan kemungkinan terjadinya kanker hati primer atau sirosis hati. Tetapi infeksi virus hepatitis yang sering menimbulkan masalah yang berhubungan dengan kehamilan adalah, virus hepatitis B (VHB) dan Virus Hepatitis E (VHE). Meskipun masalah yang ditimbulkan pada kehamilan oleh VHB dan VHE hamper sama, tetapi terdapat perbedaan pada, endemisitas, cara penularan, cara pencegahan dan morbiditas serta mortalitas.
Hepatitis adalah peradangan hati karena berbagai sebab. Hepatitis yang berlangsung kurang dari 6 bulan disebut "hepatitis akut", hepatitis yang berlangsung lebih dari 6 bulan disebut "hepatitis kronis". Istilah "Hepatitis" dipakai untuk semua jenis peradangan pada hati (liver). Penyebabnya dapat berbagai macam, mulai dari virus sampai dengan obat-obatan, termasuk obat tradisional. Virus hepatitis juga ada beberapa jenis, hepatitis A, B, C, D, E, F dan G. Manifestasi penyakit hepatitis akibat virus bisa akut ( hepatitis A ) dapat pula hepatitis kronik ( hepatitis B,C ) dan adapula yang kemudian menjadi kanker hati ( hepatitis B dan C ).


1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari uraian di atas sebagai berikut :
            1.2.1 Apa yang dimaksud dengan hepatitis?
            1.2.2 Apa saja penyebab terjadinya hepatitis?
            1.2.3 Bagaimana tanda dan gejala terjadinya hepatitis?
            1.2.4 Bagaimana penatalaksanaan dari ibu hamil yang terkena hepatitis?
1.3 Tujuan
            1.3.1 Mahasiswa dapat mengerti dan memahami mengenai penyakit hepatitis.
            1.3.2 Mahasiswa mengetahui penyebab terjadinya proses penyakit hepatitis.
            1.3.3 Mahasiswa mengetahui tanda dan gejala terjadinya hepatitis.
            1.3.4 Mahasiswa megetahui penatalaksanaan pada ibu hamil yang terkena hepatitis.










BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Hepatitis adalah peradangan hati karena berbagai sebab. Hepatitis yang berlangsung kurang dari 6 bulan disebut "hepatitis akut", hepatitis yang berlangsung lebih dari 6 bulan disebut "hepatitis kronis". Istilah "Hepatitis" dipakai untuk semua jenis peradangan pada hati (liver). Penyebabnya dapat berbagai macam, mulai dari virus sampai dengan obat-obatan, termasuk obat tradisional. Virus hepatitis juga ada beberapa jenis, hepatitis A, B, C, D, E, F dan G. Manifestasi penyakit hepatitis akibat virus bisa akut ( hepatitis A ) dapat pula hepatitis kronik ( hepatitis B,C ) dan adapula yang kemudian menjadi kanker hati ( hepatitis B dan C ).
2.2 Etiologi
Penyebab hepatitis bermacam-macam. Pada prinsipnya penyebab hepatitis terbagi atas infeksi dan bukan infeksi. Penyebab-penyebab tersebut antara lain :
·         Infeksi virus : Hepatitis A, hepatitis B, hepatitis C, hepatitis D, Hepatitis E, Hepatitis F, hepatitis G.
·         Non virus : Komplikasi dari penyakit lain, Alkohol, Obat-obatan kimia atau zat kimia, Penyakit autoimun.
Hepatitis A, B dan C merupakan jenis hepatitis terbanyak yang sering dijumpai. Sedangkan kasus hepatitis F masih jarang ditemukan. Para ahli pun masih memperdebatkan apakah hepatitis F merupakan jenis hepatitis tersendiri atau tidak.
Ikterus merupakan salah satu gajala klinis pada wanita hamil denga hepatitis, namun adapun ikterus dalam kehamilan sebenarnya disebabkan oleh beberapa keadaan. Ikterus yang disebabkan oleh kehamilan berupa ; perlemakan hati akut, toksemia, dan kolestasis intrhepatik. Sedangkan ikterus yang tejadi bersamaan dengan suatu kehamilan; hepatitis virus, batu empedu, penggunaan obat-obatan hepatotoksik, dan sirosis hepatis. Ikterus dapat timbul pada satu dari 1500 kehamilan, 41% diantaranya adalah hepatitis virus,21% oleh karena kolestatis intahepatik, dan kurang dari 6% oleh karena obtruksi saluran empedu di luar hati.
2.3 Patofisiologi
Masa Inkubasi infeksi hepatitis B adalah 45-180 hari (rata-rata 60-90hari ). Onset penyakit ini sering tersembunyi dengan gejala klinik yang tergantung usia penderita. Gejala akut dapat berupa mual, muntah, nafsumakan menurun, demam, nyeri perut dan ikterik.
Konsentrasi VHB dalam berbagai cairan tubuh dapat dibagi dalam 3 kategori yaitu :
·         konsentrasi tinggi (darah, serum, eksudat luka)
·         sedang (semen, cairan vagina, saliva)
·         rendah (urine, feses, keringat, air mata, air susu).
Secaraumum penularan VHB  melalui jalur sebagai berikut:
·         Kontak seksual yang tidak aman baik pervaginal ataupun analdengan penderita dengan HbsAg positif.
·         Melalui oral seks dengan penderita HbsAg positif yaitu melalui salivayang sama infeksiusnya dengan cairan alat genital.
·         Kontak darah dengan penderita HbsAg positif seperti; jarum suntik,tranfusi darah,dsb.
·         Transmisi Ibu-anak baik selama kehamilan, saat persalinan maupunwaktu menyusui. Transmisi dapat diturunkan dengan memberikanvaksinasi, dimana bayi yang dilahirkan dari ibu yang infeksiusdiberikan imunoglobulin dalam 24 jam pertama sebelum disusui.Hanya bayi yang dapat vaksinasi yang boleh disusui oleh ibu yanginfeksius
Hepatitis virus pada kehamilan dapat ditularkan kepada janin, baik in utero maupun segera setelah lahir. Penularan virus ini pada janin, dapat terjadi dengan beberapa cara, yaitu :
·         Melewati placenta
·         Kontaminasi dengan darah dan tinja Ibu pada waktu persalinan
·         Kontak langsung bayi baru lahir dengan Ibunya
·         Melewati Air Susu Ibu, pada masa laktasi.
Baik virus A maupun virus B dapat menembus placenta, sehingga terjadi hepatitis virus in utero dengan akibat janin lahir mati, atau janin mati pada periode neonatal. Jenis virus yang lebih banyak dilaporkan dapat menembusplacenta, ialah virus type B. Beberapa bukti, bahwa virus hepatitis dapat menembus placenta, ialah ditemukannya hepatitis antigen dalam tubuh janin in utero atau pada janin barulahir.
2.4 Tanda Gejala
Penyakit hati bisanya jarang terjadi pada wanita hami, namun apabila timbul ikterus pada kehamiln, maka penyebabnya yang paling sering adalah hepatitis virus. Adapun penilaian klinik yaitu :
a.       Demam tinggi yang menetap hingga 2 minggu kemudian diikuti dengan ikterus.
b.      Disertai pula dengan mual dan mutah, pusing, napsu makan menurun, deficit cairan, dan diare.
c.       Pada pemeriksaan fisik ditemui nyeri epigastrik dan hepatomegali.
d.      Hasil laboratorium menunjukkan reaksi imunologik terhadap antigen virus hepatitis.
e.       Transmisi ke janin dapat melalui transplasenta, ASI, dan kontak langsung.

2.5  Efek Samping Virus Hepatitis
a.       Pengaruh dalam kehamilan
Terjadinya abortus, partus prematurus, dan kematian janin dalam kandungan.
b.      Pengaruh dalam persalinan dan nifas
Penghentian kehamilan tidak mngubah jalannya penyakit, baik dengan jalan abortus buatan maupun dengan induksi persalinan. Bila tidak ada indikasi penyelesaian persalinan, persalinan pervaginam diawasi dengan baik. Kala II boleh diperpendek dengan ekstraksi vakum atau forcep bila janin hidup dan embriotomi bila mati. Bahaya yang paling mengancam ibu adalah pada saat pasca persalinan, karena sering terjadi perdarahan yang hebat dan sulit di kontrol.

2.4  Penatalakanaan
a.       Rawat inap dan tirah baring
b.      Isolasi pasien, lakukan pemeriksaan serologik.
c.       Diet rendah lemak, tinggi karbohidrat dan protein.
d.      Rehidrasi apabila terjadi deficit cairan akibat muntah yang berlebihan dan demam.
e.       Berikan vitamin K, glukosa dan kurkuma rhizome.
f.       Penatalaksanaan neonatal upayakan partus pervaginam ( lakukan evaluasi system pembekuan darah).





















BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Hepatitis adalah peradangan hati karena berbagai sebab. Penyebabnya dapat berbagai macam, mulai dari virus sampai dengan obat-obatan, termasuk obat tradisional. Virus hepatitis juga ada beberapa jenis, hepatitis A, B, C, D, E, F dan G. Hepatitis virus pada kehamilan dapat ditularkan kepada janin, baik in utero maupun segera setelah lahir. Pengaruh dalam kehamilan, terjadinya abortus, partus prematurus, dan kematian janin dalam kandungan. Bahaya yang paling mengancam ibu adalah pada saat pasca persalinan, karena sering terjadi perdarahan yang hebat dan sulit di kontrol.






















DAFTAR PUSTAKA

Bari Abdul. 2006.  Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo
Fadlun, Feryanto Achmad. 2011. Asuhan Kebidanan Patologis. Jakarta : Salemba Medika
http://www.4shared.com/file/183673657/b0c138cc/KEHAMILAN_DENGAN_HEPATITIS.html Di unduh pada tanggal 05 maret 2012. Pukul 09.00 WIB
http://desifitrianiaja.blogspot.com/2011/04/hepatitis.html Di Unduh pada tanggal 05 maret 2012. Pukul 09.10 WIB


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar