Info Kesehatan

healhty

Rabu, 28 Maret 2012

ASKEB NEONATUS SEPHAL HEMATOM


MAKALAH ASKEB NEONATUS
SEPHAL HEMATOM
Disusun oleh:
1.      Artha rubiani (2010.0661.055)
2.      Eva auriyanti (2010.0661.062)
3.      Lelya sabbaha (2010.0661.073)
4.      Nailatul izzah (2010.0661.100)
5.      Raudatul jannah (2010.0661.085)
6.      Yovita ayu (2010.0661.095)

D3 KEBIDANAN (3B)
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA
2010/2011


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami manjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada saya, sehingga kami bisa menyelesaikan penyusunan  makalah Askeb Neonatus untuk memenuhi tugas yang telah di berikan oleh, Nova Elok mardliyana SST tentang Sephal Hematom.
Kami berharap supaya makalah ini dapat bermanfaat dan  bagi para pembaca dapat memahami serta mendapat pengetahuan yang lebih baik, sebagaimana isi yang ada dalam makalah ini, sehingga dapat diaplikasikan  untuk mengembangkan kompetensi dalam bidang kebidanan.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih terdapat kekurangan, maka saya menerima berbagai kritik dan saran untuk perbaikan makalah ini di waktu mendatang. Dan mohon maaf jika sekiranya masih terdapat kesalahan dalam penulisan, terimakasih.

Surabaya, 7-Desember-2011

Penulis





BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Kelahiran seorang bayi merupakan saat yang membahagiakan orang tua, terutama bayi yang lahir sehat. Bayi yang nantinya tumbuh menjadi anak dewasa melalui proses yang panjang, dengan tidak mengesampingkan faktor lingkungan keluarga. Terpenuhinya kebutuhan dasar anak (asah-asih-asuh) oleh keluarga akan memberikan lingkungan yang terbaik bagi anak, sehingga tumbuh kembang anak menjadi seoptimal mungkin. Tetapi tidak semua bayi lahir dalam keadaan sehat. Beberapa bayi lahir dengan gangguan pada masa prenatal, natal dan pascanatal. Keadaan ini akan memberikan pengaruh bagi tumbuh kembang anak selanjutnya. (Saiffudin, 2006).
Proses kelahiran sangat dipengaruhi oleh kehamilan. Dalam kehamilan yang tidak ada gangguan, diharapkan kelahiran bayi yang normal melalui proses persalinan yang normal, dimana bayi dilahirkan cukup bulan, pengeluaran dengan tenaga mengejan ibu dan kontraksi kandung rahim tanpa mengalami asfiksia yang berat ataupun trauma lahir. (Dewi, 2010)
Pada saat persalinan, perlukaan atau trauma kelahiran kadang-kadang tidak dapat dihindarkan dan lebih sering ditemukan pada persalinan yang terganggu oleh salah satu sebab. Penanganan persalinan secara sempurna dapat mengurangi frekuensi peristiwa tersebut.
Kelainan pada ibu dan bayi dapat terjadi di beberapa saat sesudah persalinan bahkan persalinan normal sekalipun. Pada umumnya kelahiran bayi normal cukup bulan merupakan tanggung jawab penuh seorang bidan terhadap keselamatannya dan juga pada ibu pada persalinan normal. Saat ini angka kematian ibu dan bayi di Indonesia masih sangat tinggi bahkan tertinggi di Asia Tenggara.
Chefalhematum biasanya disebabkan oleh cedera pada periosteum tengkorak selama persalianan dan kelahiran, meskipun dapat juga timbul tanpa trauma lahir. Sefalhematoma terjadi sangat lambat, sehingga tidak nampak adanya edema dan eritema pada kulit kepala. Insidennya adalah 2,5 %. Perdarahan dapat terjadi di satu atau kedua tulang parietal. Tepi periosteum membedakan cefalhematum dari caput sucsedeneum. Caput terdiri atas pembengkaakan local kulit kepala akibat edema yang terletak di atas periosteum. Selain itu, sefalhematum mungkin timbul beberapa jam setelah lahir, sering tumbuh semakin besar dan lenyap hanya setelah beberapa minggu atau beberapa bulan.

1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian dari chefallo hematoma?
2.      Apa etiologi dari chefallo hematoma?
3.      Apa patofisiologi dari chefallo hematoma?
4.      Apa tanda dan gejala dari chefallo hematoma?
5.      Bagaimana penatalaksanaan dari chefallo hematoma?

1.3  Tujuan
1.      Utuk mengetahui apa yang dimaksud dengan chefallo hematoma
2.      Untuk mengetahui etiologi dari chefallo hematoma
3.      Untuk mengetahui patofisiologi dari chefallo hematoma
4.      Untuk mengetahui tanda dan gejala dari chefallo hematoma
5.      Untuk mengetahui penatalaksanaan dari chefallo hematoma

1.4  Manfaat
      Penulisan makalah ini memiliki beberapa manfaat diantaranya yaitu :
1.      Bagi penulis
a.       Untuk menambah pengetahuan tentang kelainan BBL tentang chefallo hematom
b.      Untuk menambah pengalaman maha siswa dalam menyusun makalah
2.      Bagi pembaca
c.       Untuk memberikan wawasan pembaca tentang kelainan BBL tentang chefallo hematom





BAB II
PEMBAHASAN


2.1  PENGERTIAN
Cephalhematoma adalah subperiosteal akibat kerusakan jaringan periosteum karena tarikan atau tekanan jalan lahir, dan tidak pernah melampaui batas sutura garis tengah. Pemeriksaan x-ray tengkorak dilakukan, bila dicurigai ada nya faktur (mendekati hampir 5% dari seluruh cephalhematoma). Kelainan ini agak lama menghilang (1-3 bulan).Pada gangguan yang luas dapat menimbulkan anemia dan hiperbilirubinemia.Perlu pemantauan hemoglobin, hematokrik, dan bilirubin.Aspirasi darah dengan jarum tidak perlu di lakukan. (Sarwono Prawirohardjo,2007).
Cephalhematoma adalah pembengkakan pada daerah kepala yang disebabkan karena adanya penumpukan darah akibat pendarahan pada subperiostinum.( Vivian nanny lia dewi, 2010 )

2.2 ETIOLOGI
Hematoma dapat terjadi karena :
1.   Persalinan lama    
Persalinan yang lama dan sukar, dapat menyebabkan adanya tekanan tulang pelvis ibu terhadap tulang kepala bayi, yang menyebabkan robeknya pembuluh darah.
2.   Tarikan vakum atau cunam
Persalinan yang dibantu dengan vacuum atau cunam yang kuat dapat menyebabakan penumpukan darah akibat robeknya pembuluh darah yang melintasi tulang kepala ke jaringan periosteum.
3. Kelahiran sungsang  yang mengalami kesukaran melahirkan kepala bayi.
( Menurut : Prawiraharjo, Sarwono. 2002. IlmuKebidanan )





2.3  PATOFISIOLOGI
1.   Cephal hematoma terjadi akibat robeknya pembuluh darah yang melintasi tulang kepala ke jaringan poriosteum. Robeknya pembuluh darah ini dapat terjadi pada persalinan lama. Akibat pembuluh darah ini timbul timbunan darah di daerah sub periosteal yang dari luar terlihat benjolan.
2.   Bagian kepala yang hematoma biasanya berwarna merah akibat adanya penumpukan daerah yang perdarahan sub periosteum.
( Menurut : FK. UNPAD. 1985. ObstetriFisiologiBandung )

2.4 TANDA DAN GEJALA
Berikut ini adalah tanda-tanda dan gejala Cephal hematoma:
Ø  Adanya fluktuasi
Ø  Adanya benjolan, biasanya baru tampak jelas setelah 2 jam setelah bayi lahir
Ø  Adanya chepal hematoma timbul di daerah tulang parietal
Berupa benjolan timbunan kalsium dan sisa jaringan fibrosa yang masih teraba.Sebagian benjolan keras sampai umur 1-2 tahun.
( Menurut : Prawiraharjo, Sarwono.2002.Ilmu Kebidanan )
Menurut Vivian nanny lia dewi, 2010 :
Ø  Kepala tampak bengkak dan berwarna merah.
Ø  Tampak benjolan dengan batas yang tegas dan tidak melampaui tulang tengkorak
Ø   Pada perabaan terasa mula – mula keras kemudian menjadi lunak.
Ø  Benjolan tampak jelas lebih kurang 6 – 8 jam setelah lahir
Ø  Benjolan membesar pada hari kedua atau ketiga
Ø   Benjolan akan menghilang dalam beberapa minggu.

2.5  KOMPLIKASI
Ø  Ikterus
Ø  Anemia
Ø   Infeksi
Ø  Klasifikasi mungkin bertahan selama > 1 tahun
Gejala lanjut yang mungkin terjadi yaitu anemia dan hiperbilirubinemia.Kadang-kadang disertai dengan fraktur tulang tengkorak di bawahnya atau perdarahan intra kranial.

2.6  PENATALAKSANAAN
Cephal hematoma umumnya tidak memerlukan perawatan khusus. Biasanya akan mengalami resolusi khusus sendiri dalam 2-8 minggu tergantung dari besar kecilnya benjolan. Namun apabila dicurigai adanya fraktur, kelainan ini akan agak lama menghilang (1-3 bulan) dibutuhkan penatalaksanaan khusus antara lain :
Ø  Menjaga kebersihan luka
Ø  Tidak boleh melakukan massase luka/benjolan Cephal hematom
Ø   Pemberian vitamin K
Ø  Bayi dengan Cephal hematoma tidak boleh langsung disusui oleh ibunya karena Pergerakan dapat mengganggu pembuluh darah yang mulai pulih.
(Menurut : Manuaba. Ida Bagus Gede, 1998. Ilmu Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan)
















BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Cephalhematoma merupakan perdarahan subperiosteum. Cephalhematoma terjadi sangat lambat, sehingga tidak nampak adanya edema dan eritema pada kulit kepala. Pada neonatus dengan Cephalhematoma tidak diperlukan pengobatan karena benjolan akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu atau bulan bila tidak ada komplikasi.

3.2  Saran
1.      Diharapkan kepada tenaga kesehatan khususnya bidan agar selalu memantau keadaan pada bayi.
2.      Diharapkan kepada bidan untuk benar-benar mengerti tentang penatalaksanaan pada setiap kelainan kepala yang mungkin terjadi pada neonatus.
3.      Diharapkan kepada setiap orang tua untuk melakukan perawatan bayinya secara rutin dirumah guna mencegah kemungkinan terjadinya infeksi dan iritasi.















DAFTAR PUSTAKA

Dewi, Vivian Nanny Lia. 2010. Asuhan Neonatus Bayi dan Anak Balita. Jakarta: Salemba Medika
Prawirohardjo, Sarwono. 2002. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo
Saifuddin, Majang. 2001, Ilmu Kebidanan : Patologi & Fisiologi Persalinan. Jakarta: Yayasan Esentia Medica
Kosim, Badang. 2003. Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta: Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK UI
Markum, A. H. 1991. Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta: FK UI
Manuaba. Ida Bagus Gede, 1998. Ilmu Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan. Jakarta: Ilmu Kesehatan FK UI.
  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar