Info Kesehatan

healhty

Sabtu, 02 Juni 2012

POSYANDU LANSIA



BAB I
PENDAHULUAN


I.                               Latar Belakang
Lanjut usia (lansia) menurut UU No.4 tahun 1975 adalah seseorang telah mencapai umur 55 tahun tidak mempunyai / tidak berdaya mencari nafkah sendiri untuk keperluan hidupnya sehari-hari dan menerima nafkah dari orang lain sehingga pada masa ini lansia akan mengalami berbagai kemunduran fisik emosional dan sosial.
Dari segi fisik pada lansia akan terjadi penurunan massa otot peningkatan deposit lemak dan penurunan fisik dari semua sistem tubuh. Pada emosi lansia akan mengalami perubahan kembali pada masa anak-anak, emosi labil, mudah tersinggung, dan lain-lain. Sedangkan pada aspek sosial lansia akan mengalami penurunan interaksi sosial, keterpisahan, kehilangan pekerjaan, dan lain-lain. Keadaan ini akan mempengaruhi pada kualitas kesehatan lansia.
Posyandu Lansia merupakan salah satu wadah berkumpulnya para lansia, dimana ditempat ini diperoleh manfaat-manfaat antara lain lansia dapat mengetahui status kesehatan. Juga kegitan-kegiatan lain yang bermanfaat untuk mengisi kegiatan para lansia. Dalam posyandu lansia, ada suatu kepedulian dan perhatian yang didapat dari kontak sosial dengan orang lain sehingga memberi harapan dan semangat bagi para lansia untuk terus dapat hidup mandiri sehingga mereka menyadari bahwa di kehidupan senja mereka tetap prima dan berguna.
Posyandu Lansia RW 3 Kelurahan Kotalama merupakan kegiatan kelompok lansia di wilayah kerja Puskesmas Kedungkandang . Posyandu ini beranggotakan lansia di RW 3 Kelurahan Kotalama. Sehingga kami mengambil salah satu kegiatan kelompok khusus yang ada di wilayah wewenang dari Puskesmas Kedungkandang, karena Posyandu Lansia tersebut tergolong aktif dalam menjalankan kegiatannya setiap bulan. Namun perlu kiranya perbaiki dan peningkatan kualitas pelayanan / kegiatan di posyandu lansia ke arah yang lebih baik.
  
II.    Tujuan Penulisan
II.1. Tujuan Umum
Mahasiswa mampu melaksanakan Asuhan Keperawatan pada Kelompok Khusus Lansia di Posyandu Lansia RW 3 Kelurahan Kotalama Kecamatan Kedungkandang Kota Malang.
II.2. Tujuan Khusus
Mahasiswa mampu menerapkan proses keperawatan, meliputi :
1.   Pengkajian data
2.   Menganalisa data
3.   Menentukan prioritas masalah
4.   Menyusun rencana tindakan
5.   Melaksanakan intervensi sesuai dengan masalah
6.   Melakukan evaluasi terhadap intervensi yang telah dilakukan.

III. Identifikasi Masalah
Pada Asuhan Keperawatan Kelompok Khusus Lansia, penulis membatasi masalah pada lansia di Posyandu Lansia RW 3  Kelurahan Kotalama.

IV. Manfaat Penulisan
IV.1. Bagi Lansia
1.   Terjawabnya permasalahan kelompok kesehatan lansia sebagai bagian dari masyarakat, sehingga asumsi bahwa lansia hanya membebani masyarakat dapat dikurangi dengan memberdayakan lansia yang masih produktif dan pencegahan masalah komplikasi kesehatan yang fatal.
2.   Lansia dapat mewujudkan dan menikmati taraf hidup yang wajar yaitu dengan terwujudnya kemandirian dan kesejahteraan serta terpeliharanya sistem nilai budaya dan kekerabatan serta lebih mendekatkan diri kepada Tuhan YME.


IV.2. Bagi Pelayanan Kesehatan
1.   Terwujudnya lansia yang sehat dan sejahtera sebagai hasil usaha peningkatan derajat kesehatan lansia.
2.   Ikut serta membantu Pemerintah dalam program pembangunan nasional, khususnya dalam bidang pembinaan dan pelayanan para lansia.
IV.3. Bagi Mahasiswa
1.   Dapat memberikan pengalaman nyata tentang proses asuhan keperawatan pada kelompok khusus lansia di Posyandu Lansia RW 3 Kelurahan Kotalama serta menerapkan konsep teori keperawatan komunitas.
2.   Melihat kenyataan yang terjadi di lapangan dan belajar menyelesaikan  sesuai dengan teori atau memodifikasi. 













BAB II
METODOLOGI PENULISAN


I.                                                       Design Penulisan
Dalam penulisan Asuhan Keperawatan Kelompok Khusus pada Lansia ini, design penulisan yang kami pakai adalah design penulisan deskriptif yaitu suatu metode penulisan yang memaparkan fenomena tentang status kesehatan lansia di Posyandu Lansia RW 3 Kelurahan Kotalama Kecamatan Kedungkandang Kota Malang.
I.1. Variabel
1.   Variabel
Faktor-faktor yang mempengaruhi status kesehatan lansia.
2.   Sub Variabel
a.    Pemeriksaan fisik
b.   Riwayat kesehatan penyakit
c.    Lingkungan fisik
d.   Tingkat pengetahuan lansia
e.    Pola kebiasaan sehari-hari
I.2. Definisi Operasional
Faktor-faktor yang mempengaruhi status kesehatan lansia adalah segala sesuatu yang melatar belakangi status kesehatan lansia dilihat dari riwayat penyakit, pemeriksaan fisik, keadaan lingkungan fisik dan pola kebiasaan sehari-hari terutama pemenuhan kebutuhan nutrisi dan tingkat pengetahuan.
1.   Dengan cara inspeksi dan observasi langsung keadaan lingkungan fisik/rumah lansia meliputi pemukiman, sanitasi, fasilitas dan tempat pelayanan kesehatan.
2.   Dengan melakukan anamnesa dan pemeriksaan fisik pada klien
a.    Keluhan-keluhan yang dirasakan
b.   Penyakit yang pernah diderita keluarga dan lansia
c.    Pemenuhan aktivitas sehari-hari
d.   Kebiasaan makanan dan minuman sehat
3.   Dengan cara memberi quasioner dan wawancara langsung, tingkat pengetahuan lansia tentang posyandu lansia dapat dilihat dari :
a.    Pengetahuan tentang posyandu lansia
b.   Pengetahuan tentang jadwal posyandu lansia dan tempat pelaksanaan posyandu lansia.
c.    Pengetahuan tentang kegiatan-kegiatan di Posyandu Lansia
d.   Dengan cara wawancara beberapa kader tentang program posyandu lansia dan kegiatan rutin lansia.

II.       Populasi Sampel
II.1. Populasi
Keseluruhan lansia di Posyandu Lansia RW 3 Kelurahan Kotalama Kecamatan Kedungkandang Kota Malang dengan jumlah orang yang terdaftar sebagai anggota lansia.
II.2. Sampel
Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti (Arikunto, 1998). Cara pengambilan sampel adalah mengambil sampel dengan cara acak pada anggota posyandu diambil 30 orang
III.    Tehnik Pengumpulan Data
Untuk mendapatkan data yang relevan dengan tujuan kelompok khusus, maka digunakan instrumen data berupa observasi dan quasioner serta pemeriksaan fisik. Penyusunan instrumen disusun dengan membuat kisi-kisi dilanjutkan dengan membuat angket.



III.1. Observasi
Dilakukan pada lansia yang aktif mengikuti kegiatan, diobservasi keadaan tempat tinggal dimana dilakukan pengamatan langsung/terlibat terhadap lansia tersebut dilakukan selama 1 hari.
III.2. Quasioner
Cheklist berbentuk pertanyaan dengan jawaban tertutup dan terbuka dalam operasionalnya dibagi yaitu jawaban terbuka berupa alasan mengapa responden melakukan hal tersebut. Sedang jawaban tertutup artinya semua jawaban yang tersedia sebagai jawaban yang paling tepat dan menanyakan tentang derajat kesehatan lansia, tingkat pengetahuan tentang posyandu, riwayat kesehatan, penyakit-penyakit yang pernah diderita keluarga/lansia dan keluhan-keluhan yang dirasakan dan kebiasaan sehari-hari terutama pola pemenuhan nutrisi (kebiasaan makan). Pengisian ini dilakukan baik oleh klien dengan bantuan petugas/ di isi petugas sendiri (door to door).
III.3. Pemeriksaan Fisik
1.   Pengukuran TTV : TD, Nadi, RR
2.   Pemeriksaan mata : conjunctiva anemis +/-, visus   / tidak
3.   extrimitas

IV.    Tehnik Pengolahan Data
Setelah data terkumpul kemudian ditabulasi dan dikelompokkan sesuai dengan sub variabel yang disusun. Untuk pertanyaan yang menyangkut derajat kesehatan dan pengkajian pada lansia maka seluruh jawaban dari masing-masing pertanyaan dijumlah lalu dipresentasi dengan jumlah responden dikalikan 100%.
Hasil pengolahan tersebut dapat dipastikan secara kuantitatif menggunakan skala :
100%     : seluruhnya
76-99%  : hampir seluruhnya
51-75%  : sebagian besar
50%       : setengahnya
26-49%  : hampir setengahnya
1-25%    : sebagian kecil
0%         : tidak satupun

Untuk pertanyaan yang menyangkut tentang tingkat pengetahuan lansia dan kader maka setiap responden menggunakan rumus dengan cara :

SP    x 100%
SM

Keterangan :
SP   : jumlah jawaban 1 responden yang benar sesuai jawaban yang diharapka.
SM : jumlah jawaban yang tepat yang diharapkan, setelah itu hasil prosentase setiap responden dibaca menggunakan skala :
76-100 : baik
50-75   : cukup
40-49   : kurang baik
< 40     : tidak baik
Setelah diketahui tingkat masing-masing pengetahuan lansia dan kader dijadikan satu untuk sesuai kriteria dan dijumlahkan sehingga dapat diketahui beberapa jumlah dan prosentase yang baik, cukup, kurang/sangat kurang.

V.       Penyajian Data
Hasil pengkajian disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi kemudian diinterprestasikan dalam bentuk diagram dan narasi.
VI.    Tahap Pelaksanaan
VI.1. Persiapan
Dimulai tanggal ……     .2003 dengan mencari data, studi pendahuluan, penyusunan laporan pendahuluan dan metodologinya, konsultasi bimbingan baik di Puskesmas/ institusi, permintaan izin pada ketua RW/RT serta Kepala Kelurahan setempat yang digunakan sebagai sampel.
VI.2. Pelaksanaan
Dimulai tanggal    2003 sampai tanggal 28 Desember2003 dengan pengkajian door to door, tabulasi data, pemyajian masalah dalam musyawarah lansia dan implementasi dari masalah yang ada.
VI.3. Evaluasi
Terdiri dari penyusunan laporan mulai Januari 2004


















BAB III
TINJAUAN KASUS
ASUHAN KEPERAWATAN KELOMPOK KHUSUS
PADA POSYANDU LANSIA
DI RW 3 KELURAHAN KOTALAMA KECAMATAN KEDUNGKANDANG

KOTA MALANG



A.                PENGKAJIAN

1.   Data Umum
1.1.   Riwayat / sejarah perkembangan posyandu Lansia.
Pada tanggal 2 Juni 2003 pukul 09.30-12.00 WIB segenap pimpinan Puskesmas Kedung Kandang dan staf pengurus kelompok lansia Kelurahan di Kotalama dan warga Kotalama dari RW 3 dikumpulkan di Balai Kelurahan Kotalama dan sejak tanggal 2 juni 2003 posyandu lansia di RW 3 Kelurahan Kotalama berdiri.
1.2.   Data Demografi
1.2.1.   Umur Lansia
Tabel 1:  distribusi frekuensi umur lansia  RW 3 kelurahan Kota Lama 2003
No
Umur (dalam tahun)
Frekuensi
Prosentase
1
2
3
55 – 65
66 - 75
76 – 85
25
3
2
83,3 %
10 %
6,7 %

Jumlah
30
100 %
Sumber : Survey mahasiswa Poltekkes Jurusan Keperawatan Malang 2003
Interpretasi ; sebagian besar ( 83,3% )lansia RW 3 kelurahan Kotalama berusia 55 hingga 65 tahun

1.2.2.   Jenis Kelamin Lansia
Seluruh (100%) anggota posyandu lansia yang aktif adalah perempuan.


1.2.3.   Tingkat Pendidikan
Tabel 2 : Distribusi frekuensi lansia berdasarkan tingkat pendidikan di Posyandu Lansia RW 3 Kelurahan Kotalama.
No.
Tingkat Pendidikan
Frekuensi
Persentasi
1.
2.

Sekolah
Tidak sekolah

19
11

63,3%
36.4%

Jumlah
30
100 %
Sumber : Survey Mahasiswa Poltekkes Prodi Keperawatan Malang 2003
Dari tabel 2 diketahui bahwa hampir setengah lansia (63,3%) pernah bersekolah
1.2.4.   Jenis Pekerjaan
Tabel 3  : Distribusi frekuensi lansia berdasarkan jenis pekerjaan di Posyandu Lansia RW 3 Kelurahan Kotalama
No
Jenis Pekerjaan
Frekuensi
Persentasi
1.
2.

Dagang / Jualan
Ibu Rumah Tangga (IRT)
3
27
10%
90%

Jumlah

30
100 %
Sumber : Survey Mahasiswa Poltekkes Prodi Keperawatan Malang 2003
Dari tabel 3 diketahui bahwa sebagian besar lansia (90%) bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga.

2.   Data Fokus
2.1. Derajat Kesehatan
2.1.1. Keluhan Utama
Tabel 4 : distribusi frekuensi keluhan yang dirasakan lansia RW 3 kelurahan Kota Lama tahun 2003
No
Keluhan
Frekuensi
Prosentase
1
2
3
4
5
Pusing
Linu
Mual
Batuk pilek
Tidak ada keluhan
7
11
3
2
7
23.3 %
36,7 %
10 %
6,6 %
23,3 %

Jumlah
30
100 %
Sumber : Survey Mahasiswa Poltekkes Prodi Keperawatan Malang 2003
Interpretasi : sebagian besar (36,7 %) lansia RW 3 kelerahan Kotalama mengeluh Linu –linu
                       

2.1.2. Keadaan Umum
·      Kesadaran
Berdasarkan pengkajian yang kami lakukan pada 25 responden didapatkan bahwa seluruhnya (100%) dalam keadaan compos mentis.
·      Tanda Vital
a.       Tekanan Darah
Tabel 5: distribusi frekuensi  tekanan darah lansia di RW 3 kelurahan Kota Lama tahun 2003.

No

Tekanan darah
Frekuensi
Prosentase
1
2
3
Tinggi
Normal
Rendah
16
13
1
53,3 %
43,3 %
3,4 %

Jumlah
30
100%
Sumber : Survey mahasiswa Poltekkes Jurusan Keperawatan Malang 2003
Interpretasi : sebagian besar ( 53,3 % )lansia RW 3 kelurahan Kotalama tekanan darahnya tinggi

b.      Nadi
Dari hasil pemeriksaan fisik, 30 responden anggota Posyandu Lansia didapatkan sebanyak 27 orang dalam kriteria normal (90%) yaitu antara 60-100x dalam keadaan istirahat. Dan kriteria cepat 3 orang (10%) yaitu lebih dari 100x/menit dalam keadaan istirahat.
c.       Respirasi
Dari hasil pemeriksaan fisik, 30 responden anggota Posyandu Lansia didapatkan hasil sebanyak 29 responden (96,7%) dalam batas normal antara 16-24x/menit dan 1 orang (3,3%) kriteria nafas cepat yaitu >24x/menit.

2.1.3. Kejadian Penyakit 1 tahun terakhir
Tabel 6 : distribusi frekuensi penyakit yang derita lansia RW 3 kelurahan Kota Lama 2003
No
Penyakit
Frekuensi
Prosentase
1
2
3
4
5
6
7
8
 D M
Hipertensi
Asma
TBC
Asam urat
Gastritis
ISPA
Tidak ada
2
16
1
-
11
3
2
13
6,7 %
53,3 %
3,3 %
-
36,7 %
10 %
6,7 %
43,3 %




Sumber : survey mahasiswa Poltekkes Jurusan Keperawatan Malang 2003
I                       Interpretasi : sebagian besar (53,3%) lansia RW 3 kelurahan Kotalama pernah menderita Hipertensi dalam 1 tahun terakhir.

2.1.4. Pola Pemenuhan Kebutuhan Sehari-hari
2.1.4.1. Pola Makan
Dari survey mahasiswa Poltekkes malang jurusan keperawatan pada Desenber 2003 seluruh lansia di RW 3 kelurahan kota lama memiliki pola makan 2-3 x sehari
2.1.4.2 Jenis makanan
Dari survey mahasiswa Poltekkes malang jurusan keperawatan pada Desenber 2003 sebagian besar ( 80 % ) lansia RW 3 kelurahan Kota lama mengkonsumsi makanan rendah garam dan seluruhnya mengkonsumsi makanan rendah gula serta (86,7 %) mengkonsumsi makanan rendah kolesterol.


2.1.4.3. Pola Minum
·      Jumlah Cairan tiap hari
Tabel 7 : Distribusi Frekuensi Berdasarkan Pola Minum di RW 3 Kelurahan Kotalama
No
Pola Minum
Frekuensi
Persentase
1.
2.
3.
4.
< 4 gelas
4 – 7 gelas
8 – 10 gelas
> 10 gelas
6
14
9
1
20 %
46,7 %
30 %
3,3 %

Jumlah
30
100 %
Sumber : Wawancara mahasiswa Prodi Keperawatan Malang  2003.
Interpretasi : dari hasil didapatkan paling sering adala 4-7 orang (45.7%) dan  kurang dari 4 gelas sejumlah 20%.
2.1.4.4. Kebutuhan Istirahat-Tidur
·      Kesulitan Tidur
Hampir seluruh lansia (80%) tidak mengalami kesulitan tidur dan sebagian kecil (20%) lansia mengalami kesulitan tidur.
·      Jenis Kesulitan Tidur
Dari 5 lansia yang mengatakan kesulitan tidur, sebagian besar lansia (60%)  mengatakan sering terbangun dan hampir setengah lansia (40%) kesulitan untuk mengawali tidur.
2.1.4.5. Pola BAB
·      Frekuensi BAB
Tabel 11 : Distribusi frekuensi lansia berdasarkan frekuensi BAB di Posyandu Lansia Kelurahan Kotalama
No
Pola BAB
Frekuensi
Persentase
1.
2.
3.
4.
1 x/hr
2 hr/ 1 x
Tidak tentu
Tdk terkontrol
20
7
3
0
66,6 %
23,4 %
10 %
0 %

Jumlah
30
100 %
Sumber : Survey Mahasiswa Poltekkes Prodi Keperawatan Malang 2003
Dari tabel 11 diketahui lansia bab 1x/hr sebanyak 66,6% dan yang tidak tentu sebanyak 10%
·      Kesulitan BAB
Hampir seluruh lansia (96%) tidak mengalami kesulitan BAB dan sebagian kecil (4%) lansia mengalami kesulitan BAB.
2.1.5.6. Pola BAK
·      Frekuensi BAK
Tabel 12 : Distribusi frekuensi lansia berdasarkan frekuensi BAK di Posyandu Lansia RW 3 Kelurahan Kotalama.

No
Pola Eliminasi BAK
Frekuensi
Persentase
1.
2.
3.
4.
1 – 2 x/hr
2 – 4 x/hr
4 – 6 x/hr
Tdk terkontrol
0
18
12
0
0 %
60 %
40 %
0 %

Jumlah
30
100 %
Sumber : Survey Mahasiswa Poltekkes Prodi Keperawatan Malang 2003
Dari tabel 12 diketahui bahwa sebagian besar lansia (60%) frekuensi BAK tiap harinya 2-4x sehari.
·      Kesulitan BAK
Hampir seluruh lansia (96%) tidak mengalami kesulitan BAK dan sebagian kecil mengalami kesulitan BAK (4%) yaitu sering kencing.
2.1.5.7. Kebersihan Diri
·      Kebiasaan Mandi
Seluruh lansia (100%) mempunyai kebiasaan mandi 2x sehari.
2.1.6. Status Psikososial
2.1.6.1.  Komunikasi
·      Cara Komunikasi
Hampir seluruh lansia (92%) menggunakan komunikasi langsung dan tidak langsung. Sedangkan sebagian kecil lansia (8%) menggunakan komunikasi langsung (tatap muka).
·      Kesulitan Komunikasi
Seluruh lansia (100%) tidak pernah mengalami kesulitan komunikasi.
·      Masalah dalam komunikasi
Seluruh lansia (100%) tidak mengalami masalah dalam komunikasi.
2.1.6.2. Peran Dalam Kelompok
·      Peran dalam Posyandu Lansia
Hampir seluruh lansia (76%) mempunyai peran sebagai anggota dan sebagian kecil lansia (24%) berperan sebagai pengurus.

2.1.7. Perubahan Posisi dan Keseimbangan Klien
Dari hasil pemeriksaan fisik, 30 responden anggota posyandu lansia didapatkan hasil sebanyak 30 orang dalam kriteria baik (100%) yaitu bangun dari kursi, duduk ke kursi, menahan dorongan pada sternum, perputaran leher, gerakan menggapai sesuatu.

2.1.8. Penanganan dalam Masalah Kesehatan
·      Penggunaan Obat-obatan
Hampir setengah (48%) lansia menggunakan resep dalam pembelian obat dan sebagian besar (52%) lansia tidak menggunakan resep dalam pembelian obat.
·      Menggunakan obat tanpa resep
Tabel 19 : Distribusi frekuensi lansia berdasarkan penggunaan obat tanpa resep di Posyandu Lansia Kelurahan Kotalama
No
Jenis Obat
Frekuensi
Persentasi
1.
2.
3.
4.
Anti rematik
Anti nyeri
Antibiotik
Jamu-jamuan
3
2
4
11
24
8
16
52

Jumlah

30
100
Sumber : Survey Mahasiswa Poltekkes Prodi Keperawatan Malang 2004
Dari tabel 19 didapatkan bahwa sebagian besar lamsi (52%) menggunakan jamu-jamuan dan sebagian kecil lansia menggunakan obat rematik (24%), antibiotik (16%) dan anti nyeri (8%).
·      Perawatan terhadap masalah kesehatan
Tingkat pengetahuan perawatan terhadap masalah kesehatan
Tabel 20 : Distribusi frekuensi lansia berdasarkan perawatan terhadap masalah kesehatan di Posyandu Lansia Kelurahan Kotalama
No
Tingkat Pengetahuan
Frekuensi
Persentasi
1.
2.
3.
Tahu dengan jelas
Tahu tapi tidak jelas
Tidak tahu
9
8
13
32
28
40

Jumlah

30
100
Sumber : Survey Mahasiswa Poltekkes Prodi Keperawatan Malang 2004
Dari tabel 20 didapatkan bahwa hampir setengah (40%) lansia tidak tahu tentang perawatan apabila terkena penyakit.




2.2. Data Lingkungan Fisik
2.2.1. Pemukiman
·      Bentuk Bangunan
Seluruhnya (100%) bentuk bangunan lansia adalah rumah.
·      Jenis Bangunan
Seluruhnya (100%) jenis bangunan lansia adalah permanen.
·      Atap Rumah
Hampir seluruhnya (92%) atap rumah lansia terbuat dari genteng dan sebagian kecil (8%) terbuat dari asbes.
·      Dinding Rumah
Seluruhnya (100%) dinding rumah lansia terbuat dari tembok.
·      Lantai Rumah
Tabel 21 : Distribusi frekuensi lansia berdasarkan jenis lantai rumah Rw 3 Kelurahan Kotalama
No
Bentuk Lantai
Frekuensi
Persentase
1.
2.
3.
Tekel / Keramik
Semen
Tanah
18
11
1
60 %
36,7 %
3,3 %

Jumlah
30
100 %
Sumber : Survey Mahasiswa Poltekkes Prodi Keperawatan Malang 2003
Dari tabel 21 diketahui bahwa hampir seluruh(60%) lansia mempunyai lantai rumah dari keramik dan sebagian kecil (36,7%) terbuat dari semen dan (3,3%) terbuat dari tanah.
·      Ventilasi
Ventilasi dari 30 responden terdapat >10% luas lantai adalah 60% dan 40%  < 10% luas lantai.
·      Pencahayaan
Seluruh (100%) pencahayaan dari rumah lansia baik.
·      Penerangan
Seluruh (100%) penerangan dari rumah lansia baik.
·      Kebersihan
Seluruh (100%) kebersihan dari rumah lansia baik.
·      Pengaturan ruangan dan perabot
Seluruh (100%) pengaturan ruangan dan perabot dari rumah lansia baik.
·      Kelengkapan alat rumah tangga
Seluruh (100%) alat rumah tangga dari rumah lansia lengkap.
2.2.2. Sanitasi
·      Penyediaan Air
Tabel 23 : Distribusi frekuensi lansia berdasarkan sumber dari penyediaan air
No
Penyediaan Air Bersih
Frekuensi
Persentasi
1.
2.

PDAM
Sumur 
15
15

50
50


Jumlah

30
100
Sumber : Survey Mahasiswa Poltekkes Prodi Keperawatan Malang 2004
Dari tabel 23 diketahui bahwa setengah (50%) sumber penyediaan air dari PDAM   serta setengah (50%) berasal dari sumur.
·      Pengelolaan Jamban
a.    Jenis Jamban
Seluruh (100%) pengelolaan jamban di rumah lansia menggunakan jenis leher angsa.
b.   Jumlah Jamban
Seluruh (100%) jumlah jamban yang dimiliki di masing-masing rumah lansia sebanyak 1 buah.
c.    Jarak Jamban dengan sumber air
Hampir seluruh (92%) jarak jamban dengan sumber air antara 5-7 meter dan sebagian kecil (8%) jarak jamban dengan sumber air antara 3-5 meter.
d.   Pengelolaan sampah
Seluruh (100%) pengelolaan sampah di rumah lansia dilakukan oleh petugas.
e.    Polusi
Hampir seluruh (88%) dilingkungan lansia tidak terjadi polusi dan sebagian kecil (12%) terdapat polusi udara dilingkungan lansia.
f.    Sumber polusi
Hampir seluruhnya (80%) di lingkungan lansia tidak terdapat polusi udara dan sebagian kecil (20%) terdapat sumber polusi dari kendaraan bermotor.

2.3. Tempat Pelayanan Sosial
2.3.1. Fasilitas Sosial
·      Lokasi (Pasar)
Pasar terletak kurang lebih 2 km dari pemukuman namun di sekitar pemukiman ada banyak toko untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
·      Kecukupan
Angota Posyandu Lansia (100%) merasa sudah terpenuhi kebutuhan dasarnya.
2.4. Ekonomi
2.4.1. Produktifitas Kerja
Sebagian besar lansia (72%) tidak produktif atau dirumah saja dan sebagian kecil (28%) lansia masih produktif atau bekerja.
2.5 Keamanan dan Transportasi
2.5.1. Keamanan Lingkungan
Kantor Kotalama terletak di tengah-tengah wilayah Kotalama. Kelurahan Kotalama berdekatan dengan jalan raya dengan kondisi jalan raya yang ramai.

2.5.2. Transportasi
·      Kondisi jalan masuk RW 3 Kelurahan Kotalama
Jalan kelurahan Kotalama berupa aspal
Jenis transportasi yang dimiliki
Tabel 27 : Distribusi frekuensi lansia berdasarkan jenis transportasi yang digunakan untuk ke Posyandu Lansia di Posyandu Lansi Kelurahan Kotalama
No
Transportasi yang digunakan
Frekuensi
Persentasi
1.
2.
3.
Kendaraan umum
Kendaraan pribadi
Jalan kaki
14
9
7
44
32
24

Jumlah

30
100
Sumber : Survey Mahasiswa Poltekkes Prodi Keperawatan Malang 2004
Dari tabel 27 didapatkan bahwa sebagian besar (44%) para lansia menggunakan kendaraan umum dan sebagian kecil (32%) mengunakan kendaraan pribadi serta (24%) jalan kaki.

2.6. Politik dan Pemerintahan
2.6.1. Sistem Pengorganisasian Posyandu Lansia di RW 3 Kelurahan Kotalama
Dalam Posyandu Lansia di Kelurahan Kotalama, pemegang keputusan tertinggi yaitu Ny. Tarmudji. Bila ada masalah, keputusan diambil melalui musyawarah yang umumnya dilakukan setelah posyandu lansia. 
Text Box: Ketua Posyandu Lansia
Ny. tarmudji
2.6.2. Struktur Organisasi










 






 











2.7. Komunikasi
2.7.1. Jenis Alat Komunikasi
Jenis alat komunikasi yang digunakan Posyandu Lansia di Kelurahan Kotalama untuk mengadakan kegiatan yaitu secara langsung (lisan) dan telepon.


2.7.2. Cara Penyebaran Komunikasi
Informasi disampaikan dari kader lansia pada anggota setelah selesai posyandu lansia .

2.8. Rekreasi
2.8.1. Kebiasaan Rekreasi
Sebagian besar lansia (60%) mempunyai kebiasaan rekreasi dan (40%) tidak mempunyai kebiasaan rekreasi.

3.  Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keaktifan Lansia

A. Motivasi
1.   Tabel 1 : Distribusi frekuensi lansia berdasarkan motivasi dari dalam diri lansia saat mengunjungi posyandu lansia.

No

Motivasi dari dalam diri
Frekuensi
Persentasi
1.
2.
3.

4.
Pengetahuan tentang posyandu lansia
Motivasi untuk menjaga kesehatan
Motivasi untuk berkumpul dengan teman sesama lansia
Ingin mengisi waktu luang
8
12
8

2
24
36
24

12

Jumlah

30
100
Sumber : Survey Mahasiswa Poltekkes Prodi Keperawatan Malang 2004
Dari tabel 1 diketahui bahwa motivasi dari dalam diri lansia saat mengunjungi posyandu lansia yaitu hampir setengah (24%) memiliki motivasi untuk menjaga kesehatan dan (36%) motivasi untuk berkumpul dengan sesama lansia dan sebagian kecil (24%) memiliki pengetahuan tentang posyandu lansia serta (12%) ingin mengisi waktu luang.

2.      Tabel 2 : Distribusi frekuensi lansia berdasarkan motivasi dari lingkungan saat lansia mengunjungi posyandu lansia.

No

Motivasi dari lingkungan
Frekuensi
Persentasi
1.
2.
3.
Dukungan / disuruh keluarga
Dukungan / disuruh kader
Jarak atau tempat posyandu mudah dijangkau
5
7
18
16
20
64

Jumlah

30
100
Sumber : Survey Mahasiswa Poltekkes Prodi Keperawatan Malang 2004
Dari tabel 2 diketahui bahwa motivasi dari lingkungan yang mendukung lansia mengunjungi posyandu sebagian besar (64%) karena jarak atau tempat posyandu mudah dijangkau dan sebagian kecil (20%) karena dukungan atau disuruh kader serta (16%) karena dukungan atau disuruh keluarga.
B.     Tingkat Pengetahuan
Tingkat pengetahuan lansia tentang posyandu lansia yang mencakup tujuan dan manfaatnya yaitu sebagian besar (72%) tahu dengan jelas dan sebagian kecil (28%) tahu tapi tidak jelas.
C.     Kegiatan yang dilaksanakan di Posyandu Lansia
1.   Jenis Kegiatan di Posyandu Lansia
Sebagian besar (64%) lansia mengatakan jenis kegiatan di Posyandu Lansia sesuai dengan keinginan dan hampir setengah (36%) kurang sesuai dengan keinginan lansia.
2.   Jenis Kegiatan yang ingin dikembangkan di Posyandu Lansia
Tabel 3 : Distribusi frekuensi lansia berdasarkan jenis kegiatan yang ingin dikembangkan di Posyandu Lansia

No
Jenis Kegiatan
Frekuensi
Persentasi
1.
2.
3.

Penyuluhan
Pemeriksaan kesehatan
Pengobatan

6
6
18

20
20
60


Jumlah

30
100
Sumber : Survey Mahasiswa Poltekkes Prodi Keperawatan Malang 2004
Dari tabel 3 diketahui bahwa (20%) jenis kegiatan yang ingin dikembangkan di Posyandu Lansia adalah penyuluhan dan (20%) pemeriksaan kesehatan serta (60%) pengobatan
















BAB IV
PEMBAHASAN


I.                                                                      Pengkajian
Selama melakukan Asuhan Keperawatan pada Kelompok Khusus Lansia di RW 3 Kelurahan Kotalama, dari pengkajian, kegiatan implementasi dan evaluasi terdapat beberapa kesenjangan diantaranya yaitu :
1.   Pada kelompok lansia di RW 3 Kelurahan Kotalama. tentang penyebab linu, dari angket yang kami sebar belum terkaji dengan jelas tentang penyebab dari linu apakah karena sebelumnya sudah mempunyai penyakit yang berkaitan dengan tulang dan sendi ataukah akibat dari konsumsi makanan yang tinggi purin. Kendala tersebut karena kurang lengkapnya dari isi angket sehingga informasi yang didapatkan juga kurang lengkap.
II.       Rumusan Diagnosa
Berdasarkan pemilikan dan klasifikasi diagnosa menurut Omaha, terdapat 4 masalah utama yaitu pemilikan lingkungan, pemilikan psikososial, pemilikan fisiologis dan pemilikan perilaku yang berhubungan dengan kesehatan yang masing-masing dijabarkan sehingga menjadi 44 diagnosa keperawatan. Pada Asuhan Keperawatan Kelompok Khusus Lansia di RW 3 Kelurahan Kotalama dirumuskan 2 masalah menurut klasifikasi Omaha pada pemilikan fisiologis, psikososial dan perilaku yang berhubungan dengan kesehatan yaitu :
1.   Gangguan sirkulasi (hipertensi) berhubungan dengan proses degeneratif, pola makan yang tidak sehat dan ketidakstabilan emosi.
2.   Nyeri sendi (asam urat) berhubungan dengan pola makan yang tidak sehat, kurangnya pengetahuan tentang cara perawatan pada usia lanjut.



III.                                                                Rencana Intervensi
Rencana Intervensi disusun sebagi alternatif pemecahan masalah harus berorientasi pada masalah, sumber daya yang tersedia dan dapat dijangkau. Dari hasil musyawarah anggota lansia pada hari senin, tanggal 29 Desember 2003 dengan mengemukakan data saat pengkajian telah disepakati bahwa alternatif intervensi yang dipilih untuk memecahkan masalah dengan metode penyuluhan yang meliputi beberapa topik yaitu :
1.      Masalah hipertensi meliputi pengertian, faktor resiko dan penyebabnya.
2.      Pola makan yang sehat pada lansia, meliputi : Diit rendah garam, Diit rendah lemak dan Diit rendah purin.
Dari kedua topik tersebut rencana intervensi sesuai dengan kegiatan musyawarah (keinginan dari anggota) adalah penyuluhan yang akan dilaksanakan pada hari senin tanggal 29 Desenber 2003, bertempat di RW 3 Kelurahan Kotalama dan sebagai pembicara adalah Mahasiswa Poltekkes Prodi Keperawatan.
Sedangkan untuk masalah lainnya yang menyangkut tentang cara mengumpulkan lansia yang tersebar dalam RW 3 ; data tentang seluruh lansia di Rw 3 Kelurahan kotalama. yang meliputi 11 RT ; masalah tentang pelayanan / campur tangan pihak Puskesmas pada Posyandu di Kelurahan Kotalama yang meliputi pelayanan kesehatan yang masih kurang memuaskan dan modifikasi dari kegiatan Puskesmas masih merupakan suatu kumpulan masalah yang terdapat pada kelompok lansia di Kelurahan Kotalama dan proses pemecahan masalah tersebut memerlukan kerjasama dari pihak pengurus kelompok lansia ; pihak Puskesmas ; serta perangkat desa dan hal ini juga melihat dari sumber daya yang tersedia sehingga masalah yang dapat di intervensi lebih dahulu yaitu mengenai status kesehatan yang telah dikaji melalui hasil angket, sedangkan untuk masalah-masalah lainnya kami menyerahkan pada pihak-pihak yang terkait untuk proses penyelesaian dan cara penyelesaian yang akan dilaksanakan dalam memecahkan masalah yang terdapat pada kelompok lansia di Kelurahan Kotalama  


IV.    Implementasi
Implementasi merupakan tahap pelaksanaan rencana intervensi, rencana intervensi yang telah disusun dapat dilaksanakan sesuai rencana dengan peran aktif kelompok lansia dan dukungan Puskesmas. Untuk implementasi dari kegiatan sudah dilaksanakan dengan baik, yang meliputi persiapan tempat, media dan fasilitas.
V.       Evaluasi
Eveluasi merupakan tahap akhir dari proses keperawatan untuk menilai keefektifan intervensi yang telah dilakukan.Evaluasi jangka pendek dari dua masalah yang diangkat, semua masalah teratasi sebagian. Hal ini didukung dengan peran aktif dan motivasi tinggi lansia dan kader dalam mengikuti pelaksanaan tindakan. Untuk tindak lanjut dari intervensi, penulis merujuk pada Puskesmas Kedung Kandang sebagai penanggungan jawab kegiatan Posyandu Lansia di wilayah kerjanya.

















BAB V

PENUTUP



I.       Kesimpulan
Dari hasil pengumpulan dan pengolahan kelompok khusus lansia dapat menyimpulkan :
1.      Masalah uatama yang muncul pada lansia di Posyandu Lansia RW 3 Kelurahan Kotalama antara lain :
a.    Hipertensi (tekanan darah tinggi) yaitu 44% yang berhubungan dengan proses degeneratif , pola makan yang tidak sehat dan ketidakstabilan emosi.
b.   Nyeri sendi (asam urat) yaitu 20% yang berhubungan dengan pola makan yang tidak sehat, kurangnya pengetahuan tentang cara perawatan pada usia lanjut.
2.      Untuk meningkatkan pengetahuan para lansia di Posyandu Lansia RW 3 Kelurahan Kotalama dilakukan penyuluhan tentang :
a.    Pola makan yang sehat pada lansia (rendah garam, rendah lemak, rendah purin).
b.   Penyakit dan tanda-gejala penyakit hipertensi
3.      Belum semua masalah yang muncul dapat diatasi, hanya aspek kognitif saja yang dapat diatasi, sehingga untuk alternatif pemecahan masalah yang lain dirujuk ke Puskesmas.

II.    Saran
1.   Lansia
Diharapkan Posyandu Lansia aktif mengikuti kegiatan posyandu lansia baik pada keluarga, pemeriksaan kesehatan dengan puskesmas juga kegiatan lain antara lain : senam, pengajian, mengadakan rekreasi bersama, dan lain-lain.
2.   Kader Posyandu Lansia
Kader Posyandu Lansia diharapkan meningkatkan kemajuan kognitif dalam hal pengetahuan kesehatan lansia (menyebarluaskan informasi / pengetahuan yang diperoleh kepada anggota yang lain) atau dengan mengadakan studi banding ke kelompok lansia lain.
3.   Pihak Aparat Kelurahan
a.    Memantau dan membantu pelaksanaan Posyandu Lansia Kelurahan Tlogomas.
b.   Mensosialisasikan kegiatan Posyandu pada lansia yang belum mengikuti.
c.    Ikut terlibat minimal kunjungan ke Posyandu 3 bulan sekali.
4.   Pihak Puskesmas
a.    Mengadakan pelatihan kader setiap 1 tahun sekali
b.   Pendidikan kesehatan minimal tiap 1 bulan sekali
c.    Kerjasama dengan pihak lain guna mengoptimalkan kegiatan posyandu lansia.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar