Salam Sehat dan Harmonis

-----

CARA MENGHILANGKAN RASA SAKIT SAAT PERSALINAN


Penghilang Rasa Sakit Pada Persalinan
Mengandung bayi merupakan salah satu pengalaman yang paling membahagiakan dalalm hidup Anda, sehingga penting bahwa persalinan dan kelahiran berlangsung aman dan menyenangkan.
Daya tahan terhadap rasa sakit pada persalinan berbeda pada tiap orang, tetapi sangat penting bagi Anda untuk membuka diri terhadap semua metode penghilang rasa sakit. Partisipasi aktif Anda dalam merencanakan kelahiran anak Anda, bersama dengan bantuan dari ahli kandungan, ahli anestesi, bidan dan pasangan Anda, akan menjadikan persalinan Anda nyaman dan berharga.
Bagaimana Sebenarnya Rasa Sakit Dalam Persalinan Itu?
  • Tahap pertama persalinan – Selama tahap ini, kontraksi rahim terjadi dengan interval biasa. Kontraksi diikuti dengan pembukaan serviks Anda untuk memungkinkan kepala bayi Anda masuk ke kanal kelahiran. Rasa sakit terasa di perut bagian bawah dan kadang di punggung Anda.
  • Tahap kedua persalinan – Selama tahapan ini, kontraksi berlanjut. Selain itu, suatu sensasi atau dorongan yang kuat membantu Anda mendorong kepala bayi Anda di dalam kanal kelahiran, meregangkan otot dan jaringan vagina.
  • Tahap ketiga persalinan melibatkan pengeluaran plasenta.
Semua sensasi ini dibawa melalui syaraf ke tulang belakang Anda, dimana pesan dipancarkan ke otak yang kemudian melepaskan sinyal rasa sakit ke tubuh Anda.
Berapa lama persalinan itu menyakitkan sangat sulit, malah tidak mungkin, diprediksi. Jangka waktunya dari beberapa jam hingga 12 jam atau lebih, tetapi penting untuk disadari bahwa rasa sakit dan persalinan penuh stress yang berkepanjangan tidak diinginkan baik bagi Anda dan bayi. Mengusahakan metode penghilang rasa sakit selama persalinan bukanlah merupakan indikasi kegagalan, tetapi berarti suatu cara untuk memperoleh kelahiran yang menyenangkan, yang merupakan hak setiap calon ibu.
Apa Yang Dapat Dilakukan Untuk Meringankan Rasa Sakit Pada Persalinan?
Berbagai metode tersedia untuk menghilangkan sakit pada persalinan. Efektivitasnya berbeda pada tiap orang tetapi sangat membantu untuk mengenalkan diri Anda dengan metode yang lazim digunakan sebelum Anda masuk ke proses persalinan, sehingga Anda dapat mengambil keputusan dengan cepat ketika diperlukan.
Bernafas Dan Relaksasi:
Kedua hal ini merujuk kepada latihan pernapasan dan teknik relaksasi yang mungkin telah Anda latih selama kelas antenatal Anda. Ketika proses persalinan dimulai dan Anda mulai merasa sakit, konsentrasi pada laju pernapasan Anda dan bernafas dengan keras akan membantu Anda untuk rileks.
Dengan bantuan pasangan Anda, ketidaknyamanan Anda juga bisa dikurangi dengan pijatan lembut di punggung Anda. Cara ini mungkin cukup bagi Anda di awal proses persalinan, tetapi banyak ibu yang harus mencari metode penghilang rasa sakit lain ketika sakit kontraksinya menjadi lebih hebat.
Teknik lainnya:
Teknik-teknik ini mengacu pada metode-metode penghilang rasa sakit yang melibatkan penggunaan obat.
Gas Nitrogen Oksida
Gas ini, yang lebih dikenal sebagai “gas tawa”, dicampur dengan oksigen. Untuk menggunakan metode ini, masker atau penutup mulut menghirup gas dari mesin di samping tempat tidur. Anda perlu mengambil napas yang dalam dan seimbang sebelum tiap kontraksi terasa menyakitkan karena dibutuhkan waktu sekitar 20 sampai 30 detik bagi gas menjadi efektif. Karena gas ini tidak akan terakumulasi di tubuh Anda atau tubuh bayi, metode ini cukup aman. Akan tetapi, gas ini mungkin akan membuat Anda merasa melayang, mengantuk atau mual, dan tidak semua ibu berpendapat bahwa metode penghilang rasa sakit ini efektif.
Injeksi Obat
Obat penghilang sakit seperti Pethidine (yang paling sering digunakan) dapat disuntikkan ke dalam otot untuk mengurangi rasa sakit persalinan Anda, tetapi kemanjurannya berbeda pada tiap orang. Mereka cenderung membuat sebagian ibu menjadi mual atau mengantuk dan mengurangi kerjasama ibu dalam mendorong. Selain itu, obat ini melintasi plasenta menuju bayi dan membuatnya menjadi mengantuk dan menekan pernapasannya setelah melahirkan. Jika ini terjadi, obat untuk melawannya dapat diberikan ke bayi Anda untuk membalikkan efek sampingnya.
Analgesia Epidural
Analgesia berarti penghilang sakit. Anastesiolog akan menempatkan sebuah tabung plastik yang sangat halus ke dalam ruang epidural Anda melalui sebuah jarum yang dimasukkan ke punggung Anda setinggi pinggang. Setelah jarum dipindahkan dan tabung berada di tempatnya, anastesi lokal selanjutnya disuntikkan untuk menghilangkan rasa sakit. Biasanya dibutuhkan sekitar 10 menit untuk melakukannya dan 10 sampai 15 menit lagi sampai obatnya bekerja. Setiap dosisnya berakhir sekitar 2 jam sebelum diperlukan suntikan obat lagi ke dalam tabung plastik. Alternatif lain, kadang digunakan infus bius lokal yang pelan dan menerus.
Analgesia epidural adalah metode satu-satunya yang sanggup menghilangkan rasa sakit pada persalinan, dan membuat Anda terjaga terus. Anastesi lokal cenderung membuat kaki Anda numb tetapi memiliki efek minimum pada bayi Anda. Dengan bantuan bidan atau ahli kandungan Anda, Anda seharusnya tetap dapat mendorong pada tahap kedua persalinan. Tabung juga memungkinkan dimasukkannya anastesi operasi apabila mendadak dibutuhkan operasi Caesar atau persalina tube juga dapat digunakan untuk manajemen rasa sakit pasca operasi. Analgesia epidural sangat berguna ketika proses persalinannya panjang dan sulit.
Analgesia Epidural Spinal Kombinasi (Combined Spinal Epidural Analgesia, CSE)
Kombinasi dari analgesia epidural spinal menyerupai prosedur analgesia epidural yang dikemukakan sebelum ini. Akan tetapi, setelah menempatkan jarum di punggung Anda dan sebelum menempatkan tabung plastik, anastesiolog Anda akan memasukkan jarum suntik yang lebih kecil lagi melalui jarum yang pertama untuk menusuk dura (selaput keras yang membungkus sumsum tulang belakang Anda) untuk menyuntikkan sedikit anastesi. Setelah itu, jarum ini akan ditarik dan tabung plastik akan dimasukkan ke ruang epidural seperti yang dikemukakan di atas.
Salah satu kelebihan utama dari analgesia epidural spinal kombinasi adalah cara ini merupakan salah satu cara yang lebih baik dan lebih cepat untuk menghilangkan rasa sakit Anda dan Anda tetap dapat memelihara mobilitas Anda.
Bolehkah mendapat injeksi Pethidine lagi setelah pengaruhnya hilang?
  • Hal ini bisa dilakukan, tapi hal ini cenderung memperkuat efek samping pada ibu dan bayi.
Jika menghirup terlalu banyak gas, akankah kehilangan kesadaran?
  • Secara teori ini mungkin saja terjadi, tetapi peralatannya dirancang untuk mencegah hal ini terjadi.
Akankah epidural (atau kombinasi epidural spinal) melukai sumsum tulang belakang ?
  • Prosedur ini dilakukan oleh ahli anestesi yang terlatih pada bagian lumbar bawah Anda, di bawah ujung sumsum tulang belakang Anda. Oleh karena itu, kemungkinan terjadinya hal ini sangat kecil.
Akankah epidural (atau kombinasi spinal epidural) menyebabkan sakit punggung?
  • Sakit punggung adalah hal yang umum terjadi setelah persalinan, apakah Anda menggunakan analgesia epidural atau tidak. Tetapi, selain sedikit rasa sakit yang dihasilkan jarumnya untuk sehari dua hari, prosedur epidural tidak memberikan efek yang berbeda.
Akankah merasakan sakit kepala setelah epidural atau CSE?
  • Sakit kepala jarang disebabkan oleh epidural. Jika ini terjadi, biasanya hanya berlangsung beberapa hari dan dapat disembuhkan dengan pengobatan khusus apa bila dibutuhkan.
Orang-orang mengatakan bahwa epidural akan memperpanjang proses persalinan, apakah ini benar?
  • Tidak ada jawaban yang pasti untuk pertanyaan ini. Dengan konsentrasi obat yang lebih rendah, anastesi epidural persalinan modern dapat mempersingkat tahap pertama persalinan, tetapi kadang dapat memperpanjang tahap kedua persalinan.
Kapan akan merasakan kembali kaki setelah bius epidural?
  • Hal ini tergantung pada tipe dan konsentrasi anastesi lokal yang Anda dapatkan. Biasanya setelah persalinan, tabung plastik akan dicabut dari punggung Anda, dan sensasi akan kembali normal dalam beberapa jam.
Kapan seharusnya analgesia epidural dimulai?
  • Cara ini dapat dimulai kapan saja selama tahap pertama persalinan. Akan tetapi, dokter kandungan atau anastesiolog Anda akan dapat membantu Anda menentukan kapan waktu yang paling tepat untuk menggunakannya.
sumber dari sini
Bagaimana dengan teknik yang disinyalir bisa mengurangi/menghilangkan rasa nyeri saat melahirkan?
Menurut salah seorang Ahli kebidanan dan kandungan dari Sam Marie Family Healthcare, dr. Deradjat M. Sastrawikarta, SpOG.:
Apakah masih banyak wanita yang menggunakan pereda nyeri persalinan?
Tidak terlampau banyak. Umumnya para wanita sudah mengerti, persalinan normal selalu menimbulkan rasa nyeri. Meski demikian, dokter tetap menyediakan pereda nyeri. Yang lazim dikenal adalah teknik epidural atau spinal. Teknik epidural yang banyak dipakai.
Mengapa timbul nyeri dalam persalinan?
Nyeri menandakan tubuh sedang bekerja keras membuka mulut rahim agar bayi bergerak turun melewati jalan lahir. Nyeri adalah sensasi, setiap wanita mempunyai ambang batas yang berbeda terhadap nyeri. Pada setiap persalinan polanya juga tak sama. Ada ibu yang ambang nyerinya tinggi, ada yang rendah. Ada ibu di persalinan pertama bisa mengatasi rasanya nyeri, lalu saat melahirkan anak kedua menjerit kesakitan karena tak mampu mengatasi rasa nyerinya.
Seperti apa rasa nyeri itu?
Rasa nyeri datang secara perlahan-lahan sesuai pembukaan (kala persalinan) dan mencapai puncak saat persalinan di ambang pintu. Rasanya berbeda dengan nyeri yang lain, misalnya nyeri karena luka atau nyeri karena sembelit. Boleh dibilang nyeri yang “aneh” karena tidak ada yang salah atau luka pada tubuh Anda.
Apa yang dimaksud dengan pereda nyeri?
Beberapa wanita mengatakan mereka kuat menghadapi rasa nyeri. Yang lain mengatakan kalau seluruh tubuhnya terasa sakit yang tidak tertahankan. Mereka inilah yang akan diberikan pereda nyeri. Pereda nyeri membuat nyaman dan relaks meski nyeri tak langsung hilang sama sekali. Metode tersebut bisa meningkatkan stamina untuk mengurangi rasa nyeri. Ingat, stres menghadapi persalinan membuat tegang dan mengurangi kemampuan mengatasi rasa nyeri. Pereda nyeri ada yang berbentuk obat dan ada yang alami.
Apa saja contohnya?
Untuk yang obat adalah epidural dan spinal. Sedangkan alami bisa berupa pijatan, hipnotis, akupunktur, teknik mengatur napas, persalinan dalam air dan lain-lain yang intinya membuat ibu merasa nyaman menghadapi persalinan karena nyerinya berkurang.
Yang dilakukan oleh dokter adalah epidural dan spinal. Apa itu epidural?
Bius epidural akan mematikan rasa pada saraf di tulang belakang yang kemudian menjalar ke perut. Bius lokal dengan dosis rendah akan disuntikkan ke bagian bawah punggung untuk mematikan rasa melalui kateter epidural. Efeknya akan terasa terus hingga beberapa jam. Bius tersebut dapat ditambahkan tiap beberapa jam lewat kateter tersebut.
Apa yang dimaksud dengan teknik spinal?
Spinal berarti tulang belakang. Pada teknik ini, jarum disuntikkan ke dalam cairan susunan saraf tulang belakang. Bius dosis rendah dimasukkan, dan jarum dikeluarkan. Efeknya lebih cepat dibanding epidural, dapat bertahan sampai 4 jam, namun obatnya tak bisa ditambah dosisnya.
Kapan umumnya pereda nyeri ini diberikan?
Pereda nyeri akan diberikan bila ibu memasuki fase persalinan aktif, yaitu bila pembukaan lebih dari 5 cm dengan his (kontraksi persalinan) yang adekuat.
Apakah pereda nyeri berpengaruh pada bayi?
Tidak. Tapi ahli anestesi akan selalu stand by untuk dihubungi. Dokter spesialis kebidanan dan kandungan juga akan terus memantau. Intinya, pereda nyeri harus digunakan di rumah sakit dan dalam pantauan dokter.
Apa umumnya pandangan dokter terhadap rasa nyeri selama persalinan.
Ada 2 hal yang dilematis, yaitu rasa nyeri dalam persalinan adalah kodrat alam. Sudah ditakdirkan wanita bisa survive dengan kondisi seperti ini. Terbukti toh, tidak ada rasa nyeri persalinan yang berakibat fatal.
Di sisi lain, ada wanita yang tidak tahan dengan rasa nyeri sehingga dia berhak juga untuk tidak merasakan sakit. Nah, tentu harus dicari cara-cara untuk menghilangkan sakitnya pada saat persalinan. Caranya ya lewat teknik-teknik pereda nyeri itu. Tapi pada intinya, seorang wanita seharusnya disiapkan untuk menghadapi persalinan. Agar nyaman dan aman, sehingga rasa nyeri bisa dihadapinya.
Perlukah merencanakan metode pereda nyeri sebelum persalinan?
Sangat dianjurkan. Anda sendiri yang tahu bagaimana ketahanan menghadapi rasa sakit. Kalau sebelumnya berdiskusi dengan dokter, bisa direncanakan metode apa yang akan dipakai. Apa kelebihan dan kemungkinan efek sampingnya. Meskipun akhirnya keputusan berada di tangan Anda, tapi tetaplah terbuka terhadap segala kemungkinan, sebab persalinan ada kalanya tak berjalan sesuai rencana. Berbicaralah dari hati ke hati dengan dokter kandungan Anda tentang segala sesuatunya soal persalinan. Termasuk kalau Anda tipe orang yang tidak tahan sakit, namun ingin melahirkan secara normal. Jangan malu-malu.
Apa dampaknya bila persalinan dengan pereda nyeri tidak direncanakan?
Yang paling baik bila direncanakan sejak awal. Jangan sudah setengah jalan baru minta penghilang rasa sakitnya. Biasanya malah mengganggu proses persalinan.
Contoh?
Bila bayi sudah turun ke jalan lahir, buat apa minta epidural, sebab toh Anda harus mengejan juga. Pemberian pereda nyeri juga sering berujung pada tindakan seperti sesar. Karena pereda nyeri menghilangkan sensasi dan mematikan rasa sehingga dorongan mengejannya hilang. Padahal persalinan normal harus selalu dengan mengejan.
Adakah faktor-faktor yang membantu mengurangi nyeri tanpa pereda nyeri?
Wanita sebenarnya ditakdirkan lebih tahan terhadap sakit. Kuncinya, ibu harus tenang menghadapi persalinan. Tenang berarti aman dan nyaman. Karena nyeri itu bisa hebat bila diiringi dengan kecemasan. Karena cemas, persalinan bisa menjadi panjang. Nyeri yang dirasakan pun jadi lebih panjang.
Mengendalikan rasa nyeri tergantung dari faktor-faktor yang memengaruhi. Misal, kecukupan beristirahat sebelum persalinan, asupan makanan; bergizi atau tidak selama kehamilan, lamanya persalinan, posisi bayi dan pengetahuan ibu; bahwa sejak awal ia harus diberi tahu, bahwa rasa nyeri persalinan itu ada. Di atas semuanya adalah kesiapan ibu menghadapi persalinan. Semakin nyaman dan relaks, semakin banyak dukungan dari keluarga terutama suami, ibu bisa mengalihkan rasa sakitnya menjadi perasaan bahagia menghadapi kelahiran buah hati.
Untuk diketahui, kontraksi otot saat persalinan adalah upaya membantu terbukanya jalan lahir. Karena kontraksi, leher rahim akan menjadi lunak, menipis, dan mendatar, kemudian menarik leher rahim. Saat itulah kepala janin menekan mulut rahim sehingga membuka. Bila ibu sudah terbiasa relaksasi, jalan lahir akan lebih mudah terbuka. Keuntungan lain dari perasaan relaks adalah mencegah kelelahan yang berlebihan saat persalinan.
AIR untuk Kurangi STRES dan NYERI
Pada awalnya berada di air selama proses persalinan dilakukan untuk mengurangi nyeri pada tahap pertama persalinan. Jadi bukan sebagai salah satu cara untuk melahirkan. Namun kini sudah merupakan salah satu metode persalinan. Air diyakini bisa mengurangi nyeri dan membuat ibu lebih nyaman. Air juga menyangga tubuh dan bisa mempercepat persalinan yang lambat. Melahirkan di dalam air juga mengurangi kemungkinan terjadinya robekan karena berendam di air akan membuat vagina menjadi lebih elastis.
Sayang, masih sangat sedikit rumah sakit dan klinik bersalin yang memiliki fasilitas untuk melahirkan di air. Jika fasilitasnya tak tersedia, Anda bisa membawa kolam plastik sendiri ke rumah sakit. Diskusikan dulu dengan dokter karena persalinan begini tetap membutuhkan penanganan oleh dokter yang berpengalaman.
METODE PEREDA NYERI ALAMI
Selain metode pereda nyeri dengan obat, dikenal pula metode pereda nyeri alami. Prinsipnya tetap sama, yaitu mengurangi ketegangan ibu sehingga bisa merasa nyaman dan relaks menghadapi persalinan. Metode ini juga bisa meningkatkan stamina untuk mengatasi rasa nyeri dan tidak berdampak pada bayi yang dilahirkan.
Metode pereda nyeri alami bisa digabungkan dengan metode pereda nyeri dengan obat. Bila ingin menggunakannya, ada baiknya mendiskusikan terlebih dulu dengan dokter jauh-jauh hari sebelum menghadapi persalinan.
Dilakukan sendiri atau bersama pasangan
* Metode panas-dingin.
Memang tak menghilangkan keseluruhan nyeri namun setidaknya memberikan rasa nyaman. Botol air panas yang dibungkus handuk dan dicelup ke air dingin mengurangi pegal di punggung dan kram bila ditempel di punggung. Menaruh handuk dingin di wajah juga bisa mengurangi ketegangan.
* Gerakan
Teruslah bergerak agar sirkulasi darah meningkat, nyeri punggung berkurang, dan perhatian teralih dari rasa nyeri. Cobalah berbagai posisi persalinan, gunakan bantal untuk menyangga sampai diperoleh posisi paling nyaman.
* Pijat
Pijatan pada bahu, leher, wajah, dan punggung bisa meredakan ketegangan otot serta memberi rasa relaks. Sirkulasi darah juga menjadi lancar sehingga nyeri berkurang.
* Terapi aroma
Mengirup aroma minyak esensial bisa mengurangi ketegangan, terutama pada persalinan tahap awal. Dapat juga untuk mengharumkan ruang persalinan karena dapat memberikan efek menenteramkan.
* Teknik bernapas yang benar
Disebut juga psikopropilaksis. Metode ini menekankan teknik bernapas yang benar selama kontraksi. Berkonsentrasi pada napas dapat mengalihkan Anda dari nyeri, membuat otot-otot relaks serta ketegangan mengendur.
Agar piawai melakukannya di saat persalinan, rajinlah menghadiri kelas prenatal. Di sana Anda bisa melatih teknik bernapas yang benar. Ajaklah suami agar bisa membantu Anda selama persalinan nanti.
Dilakukan oleh ahli/dibantu terapis
Jika ingin menggunakan salah satu metode berikut, Anda harus meminta bantuan terapis/ahli agar semuanya berjalan baik. Hubungi seorang terapis dan cobalah dulu sebelum persalinan. Pastikan juga ia bisa mendampingi Anda selama proses persalinan.
* Akupunktur
Dalam filosofi Cina, rasa sakit dan nyeri terjadi akibat ketidakseimbangan aliran energi dalam tubuh. Keseimbangan itu dikendalikan dengan menusukkan jarum-jarum kecil atau menggunakan tekanan jari tangan ke titik-titik tertentu di tubuh. Banyak wanita hamil yang merasakan manfaatnya untuk mengatasi keluhan selama hamil, seperti mual atau sakit kepala. Metode ini kemudian juga dipakai untuk meringankan nyeri persalinan.
* Refleksologi
Menekan titik di kaki untuk mengurangi nyeri. Pijatan lembut di kaki juga membuat nyaman.
* Hypnobirthing
Hipnotis saat menghadapi persalinan memberi sugesti lewat relaksasi pikiran. Dengan dibimbing terapis hipnotis, Anda bisa mengontrol pikiran, rasa nyeri pun akan hilang. Banyaklah berlatih dengan terapis sebelum Anda memilih metode ini.
Bagi yang sudah menguasai metodenya, hipnotis diri sendiri/self hypnosis bisa dilakukan dengan menggunakan indra penglihatan. Caranya, setelah mata terpejam sejenak, buka mata perlahan-lahan sambil memandang satu titik tepat di atas mata, makin lama kelopak mata makin relaks, berkedip, dan pada hitungan ke-5, mata akan menutup. Pada saat ketiga unsur jiwa (perasaan, kemauan, pikiran) dan raga beristirahat, masukkan pikiran positif yang akan terekam dalam alam bawah sadar.
Sumber:
Buku “Tanya Jawab Kehamilan” (terjemahan). Dr. Christophe Lees, Dr. Karina Reynolds, dan Graime Mc. Cartan. Prima Media Pustaka, Jakarta, 2003


LATAR BELAKANGKehamilan merupakan suatu proses yang alami dan normal. Selama hamil seorangibu mengalami perubahan-perubahan yang terjadi baik fisik maupun psikologis.Perubahan tersebut adalah beban perut yang meningkat dan bertambah besar, halini membuat ibu sulit bergerak dan mencari posisi tubuh yang nyaman (Kasdu, 2005;73). Ibu hamil mencondongkan perut sehingga menambah lengkungan pada bagianbawah punggung yang menimbulkan rasa nyeri. Gejala nyeri punggung inidisebabkan oleh hormon estrogen dan progesteron yang mengendurkan sendi,ikatan tulang dan otot di pinggul (Tiran, 2007; 108).Dari hasil penelitian oleh Meyer dan rekan (1994) ditemukan (45%) wanita hamilmengalami nyeri punggung dan meningkat sampai (69%) pada minggu ke-28(Mander, 2003; 113).Nyeri punggung ini biasanya akan meningkat intensitasnya seiring bertambahnyausia kehamilan karena nyeri ini merupakan akibat pergeseran pusat gravitasi wanitadan postur tubuhnya. Perubahan ini disebabkan oleh berat uterus yang membesar,membungkuk yang berlebihan, berjalan tanpa istirahat, dan angkat beban (Varney,2006; 542).Data yang diperoleh oleh penulis dari register ANC di RB Pintan Sari Sukoharjoditemukan data kunjungan ANC (Antenatal Care) Trimester III selama bulan April2007-Maret 2008 sebanyak 211 orang terdapat 72 (34,12%) ibu hamil dengan nyeripunggung.Peran bidan dalam memberikan asuhan kebidanan pada kehamilan normal diaturdalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 369/MENKES/SK/III /2007 tentang Standar Profesi Bidan dalam kompetensi ke- 3: Bidan memberikanasuhan antenatal bermutu tinggi untuk mengoptimalkan kesehatan selamakehamilan yang meliputi: deteksi dini, pengobatan atau rujukan dari komplikasitertentu. Maka penulis tertarik untuk menyusun Karya Tulis Ilmiah ini dengan judul“Asuhan Kebidanan Ibu Hamil Normal Trimester III Pada Ny. S dengan NyeriPunggung di RB Pintan Sari Sukoharjo”.C. TUJUAN1. Tujuan UmumMeningkatkan pengetahuan penulis dalam melakukan asuhan kebidanan padakehamilan normal secara komprehensif kepada ibu hamil khususnya trimester IIIdengan nyeri punggung.2. Tujuan Khususa. Melaksanakan asuhan kebidanan ibu hamil pada Ny. S dengan nyeri punggungdan penanganannya untuk mengurangi nyeri punggung.b. Mendeteksi secara dini adanya komplikasi-komplikasi yang timbul pada masakehamilan.c. Mengetahui kesenjangan antara teori dan praktek.D. MANFAAT1. Bagi PenulisMampu meningkatkan pola pikir ilmiah penulis dalam memberikan asuhankebidanan pada ibu hamil normal trimester III dengan nyeri punggung.2. Bagi Tempat Pelayanan KesehatanDiharapkan dapat sebagai masukan bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkanmutu pelayanan kesehatan khususnya pada ibu hamil trimester III dengan keluhannyeri punggung.3. Bagi Instansi PendidikanDiharapkan dapat sebagai bahan referensi untuk menambah sumber kepustakaan.E. METODE DAN TEKNIK PENGUMPULAN DATA1. Metode PenulisanMetode Deskriptif Metode deskriptif adalah suatu metode penulisan yang hasilnya berupapenggambaran keadaan obyek yang diamati tanpa harus memberikan kesimpulanyang berlaku umum (Taufiqurohman, 2004; 8).2. Teknik Pengumpulan Dataa. WawancaraWawancara adalah proses interaksi atau komunikasi secara langsung antarapewawancara dengan responden (Budiarto, 2002; 13).b. ObservasiObservasi adalah mengamati perilaku dan keadaan klien untuk memperoleh datatentang masalah kesehatan dan keperawatan klien (Nursalam, 2001; 30).c. PemeriksaanCara pengumpulan data melalui pemeriksaan fisik (Budiarto, 2002; 15).d. Studi DokumentasiStudi dokumentasi adalah studi yang berkaitan dengan perkembangan yang berupacatatan-catatan kesehatan pasien (Effendy, 1998; 47).BAB IITINJAUAN TEORIA. TEORI MEDIS1. Kehamilan Normala. PengertianKehamilan normal adalah masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnyajanin. Lama hamil normal adalah 280 hari (40 minggu) atau (9 bulan 7 hari) dihitungdari hari pertama haid terakhir (Saifuddin, 2002; 89).Lama kehamilan yaitu sekitar 280 hari atau 40 minggu (Mochtar, 1998; 43). Denganperhitungan sebagai berikut:1) Kehamilan dibawah 28 minggu dengan berat janin dibawah 1000 gram, bilaberakhir disebut keguguran.2) Kehamilan 28-36 minggu bila terjadi persalinan disebut prematuritas.3) Kehamilan 37-40 minggu disebut aterm.4) Kehamilan melebihi 42 minggu disebut kehamilan lewat waktu atau serotinus.(Mochtar, 1998; 91).b. Proses Kehamilan1) Konsepsi (pembuahan)Adalah suatu peristiwa penyatuan antara sel mani dengan sel telur di tuba falopii.Hanya ada satu sperma yang telah mengalami proses kapasitasi yang dapatmelintasi zona pelusida dan masuk ke vitelus ovum. Kemudian, zona pelusidamengalami perubahan sehingga tidak dapat dilalui oleh sperma lain. Dalambeberapa jam setelah pembuahan, mulailah pembelahan zigot selama 3 hari sampaistadium morula. Hasil konsepsi tiba dalam cavum uteri pada tingkat blastula(Mochtar, 1998; 18-19).2) Nidasi (implantasi)Adalah masuknya atau tertanamnya hasil konsepsi ke dalam endometrium (Mochtar,1998; 19).3) Plasentasi dan Mukosa RahimDesidua adalah mukosa rahim pada kehamilan yang terdiri atas:a) Desidua basalis: terletak antara hasil konsepsi dan dinding rahim, disinilahplasenta terbentuk.b) Desidua kapsularis: yang meliputi hasil konsepsi ke arah rongga rahim.c) Desidua vera (parietalis): yang meliputi lapisan dalam dinding rahim lainnya(Mochtar, 1998; 21).c. Perubahan Anatomis dan Fisiologis pada Wanita Hamil1) Perubahan Fisiologis selama kehamilana) Perubahan pada sistem reproduksi
(1) Uterus(a) Uterus membesar akibat hipertrofi dan hiperplasi otot polos rahim, serabut-serabut kolagennya menjadi higroskopik (menyerap cairan). Ukuran pada kehamilancukup bulan : 30 x 25 x 20 cm dengan kapasitas lebih dari 4000 cc.(b) Berat uterus naik dari 30 gram menjadi 1000 gram pada akhir kehamilan.(c) Pada bulan-bulan pertama kehamilan, bentuk rahim seperti buah alpukat, padakehamilan 4 bulan berbentuk bulat dan akhir kehamilan seperti bujur telur.(Mochtar, 1998; 35-36).(2) Indung telur (ovarium)Ovulasi berhenti masih terdapat korpus luteum graviditas sampai terbentuknya uriyang mengambil alih pengeluaran estrogen dan progesteron (Mochtar, 1998; 36).(3) Vagina dan vulvaAkibat hipervaskularisasi, vagina dan vulva terlihat lebih merah atau kebiruan(Mochtar, 1998; 36).(4) Dinding perut (Abdominal Wall)Pembesaran rahim menimbulkan peregangan dan menyebabkan robeknya serabutelastik dibawah kulit, sehingga timbul striae gravidarum. Kulit perut pada linea albabertambah pigmentasinya dan disebut linea nigra (Mochtar, 1998; 36).b) Perubahan pada organ dan sistem lainnya(1) Sistem sirkulasi darah(a) Volume darah total dan volume plasma darah naik pesat sejak akhir trimesterpertama. Volume darah akan bertambah banyak kira-kira 25% dengan puncaknyapada kehamilan 32 minggu diikuti curah jantung yang meningkat sebanyak
30%.(b) Jumlah protein darah, albumin dan gamaglobulin menurun dalam triwulanpertama dan meningkat secara bertahap pada akhir kehamilan.(c) Hematokrit cenderung menurun karena kenaikan relatif volume plasma darah.Jumlah eritrosit cenderung meningkat untuk memenuhi kebutuhan transport O2yang sangat diperlukan selama kehamilan. Konsentrasi Hb terlihat menurun,walaupun sebenarnya lebih besar dibandingkan Hb pada organ yang tidak hamil.Leukosit meningkat 10.000 /cc begitu pula dengan produksi trombosit.(d) Tekanan darah arteri cenderung menurun terutama selama trimester keduakemudian akan naik lagi seperti pada pra-hamil. Nadi biasanya naik, nilai rata-ratanya 84 permenit.Pompa jantung mulai naik kira-kira 30% setelah kehamilan 3 bulan dan menurun lagipada minggu-minggu terakhir kehamilan.(Mochtar, 1998; 37-38).(2) Sistem pernapasanWanita hamil kadang-kadang mengeluh sesak dan pendek napas. Hal ini disebabkanoleh usus yang tertekan ke arah diafragma akibat pembesaran rahim. Kapasitas vitalparu meningkat sedikit selama hamil. Wanita hamil selalu bernafas lebih dalam,yang lebih menonjol adalah pernapasan dada (Mochtar, 1998; 38).(3) Saluran pencernaanSalivasi meningkat, pada trimester pertama mengeluh mual dan muntah. Tonusotot-otot saluran pencernaan melemah sehingga motilitas dan makanan akan lebihlama berada dalam saluran makanan. Reabsorbsi makanan baik, namun akanmenimbulkan obstipasi. Gejala muntah sering terjadi, biasanya pada pagi hari(Mochtar, 1998; 38).(4) Tulang dan gigiPersendian panggul akan terasa lebih longgar, karena ligamen-ligamen melunak.Bila konsumsi kalsium cukup, gigi tidak akan kekurangan kalsium (Mochtar, 1998;38).(5) KulitPada daerah kulit tertentu terjadi hiperpigmentasi yaitu pada muka disebutchloasma gravidarum, puting susu dan aerola mammae, perut liena nigra dan pada



Previous
Next Post »

Translate